© 2019 Velospace & Co. All Rights Reserved

Design Hunian Vertikal ala Velospace & Co.

June 16, 2016

 

Apartemen telah menjamur di ibukota dan telah menjadi sebuah gaya hidup tersendiri. Namun, terbatasnya ukuran apartemen seringkali membuat penghuni  merasa tidak nyaman. Dengan beberapa trik dan pemilihan material serta warna yang tepat, interior dari sebuah hunian vertikal dapat disulap menjadi hunian idaman yang membuat penghuninya ingin cepat pulang dari ramainya ibukota.

Velospace & Co. mengucapkan terima kasih kepada Majalah Laras yang telah meliput salah satu proyek interior apartemen kami di St. Moritz, Jakarta Barat. Liputan berikut juga dapat dibaca pada majalah Laras edisi Maret 2016.

 

 

 

MODERN SANCTUARY SUITE

By. Ratna Puspa Dewi

 

 

Mendesain interior apartemen memiliki tantangan tersendiri. Mayoritas ruang-ruangnya harus ditata optimal karena memiliki keterbatasan luas, ketinggian ceiling yang terbatas dan banyaknya struktur arsitektural yang harus dipikirkan estetikanya. Bagaimana menyatukan semua solusi ini dan mengaplikasikan ke dalam proses desain interior untuk menghadirkan eksplorasi dan konsep unik namun tetap fungsional dan estetik merupakan proses dan tantangan tersendiri bagi desainer dalam merancang unit ini.

 

Untuk mewujudkan hunian nyaman dan menyenangkan yang terbebas dari hiruk pikuk ibukota dan padatnya jadwal pekerjaan, perancang dari Velospace & Co berupaya untuk menyelaraskan tampilan dan ekspresi desain. Dibutuhkan proses pengenalan terhadap kebutuhan dan kepribadian si pemilik unit yang ternyata adalah seorang high traveller. Berangkat dari ide awal desainer menerapkan aplikasi sebuah hotel di dalam hunian ini dengan konsep interior yang menjadikan hunian vertikal ini sebagai “escape sanctuary” dengan elemen interior yang tenang dan hangat, sehingga tetap dapat memicu kreatifitas dan produktivitas si penghuni.

 

Dengan lahan seluas 90 meter persegi, lokasi apartemen yang berada di lantai 17 ini merupakan unit yang siap di-furnish pada awalnya. Namun dilakukan renivasi padabagian struktur, flooring dan juga ceiling karena banyaknya struktur arsitektural yang harus dipikirkan estetikanya agar menunjang design yang ingin dicapai pemilik unit.

 

 

 

RUANG MULTIFUNGSI.

Konsep desain hasil goresan perancang utama adalah Verik Angerik membuahkan ulikan denah ruang dengan berangkat dari kondisi layout eksisting. Dimana unit ini dilengkapi dengan elevator pribadi. Sekuens ruang dibuat dengan membawa masuk penghuni melalui sebuah foyer, yang berfungsi juga sebagai tempat penyimpanan sepatu. Setelah itu, pemilik akan disambut dengan ruang dining yang berhubungan langsung dengan dapur.

 

Bagian yang menarik dari dining area pada penataan meja makan ini adalah dapat diaplikasikan untuk 2, 3, 4 maupun 6 orang sesuai kebutuhan. Meja makan dapat diatur, diputar dan ditata sesuai dengan jumlah peserta makan malam dan tetap tidak mengurangi estetika maupun kehilangn space dari ruangan tersebut. Ruang duduk, ruang makan, dapur plus sebuah sudut bersantai tersusun dalam satu garis pandang dengan akhir sebuah jendela kaca seukuran tinggi dinding. Dimana meja makan juga merupakan jembatan antara dapur dan living area.

 

Kesan pertama kala memasuki hunian ini adalah suasana hangat yang didapat dari tatanan interior modern yang dipilih hasil kreativitas dari kolaborasi perancang dengan pemilik rumah. Saat berada di living area dapat dirasakan suasana nyaman dimana pemilihan dinding, lantai dan plafon memiliki warna yang senada. Ruangan yang memiliki luas tidak terlalu besar ini sengaja diolah tanpa sekat. Permainan dinding di depan dan belakang sofa mempertegas kesan ruangan ini tanpa perlu menghadirkan sekat antar ruang. Melalui area ini pula penghuni bisa melalui koridor yang membawa mereka ke dua kamar tidur yang merupakan master bedroom, bedroom anak dan kamar mandi.

 

Sudut-sudut tertentu yang tersisa dari ruang-ruang unit dipergunakan oleh pemilik sebagai sudut santai untuk menikmati pemandangan dan beberapa sudut hanya tersusun sebuah standing lamp, pot tanaman serta wardrobe. Tiap-tiap fungsi dalam ruangan ini diwakili dengan tatanan furnitur dan aksesori.

 

 

MATERIAL FURNITUR.

Konsep diajukan oleh desainer interior setelah menjalani proses pengenalan terhadap kebutuhan dan kepribadian si pemilik unit. Lebih tepatnya, merupakan sebuah kolaborasi antara desainer dan pemilik. Begitu juga dengan proses pemilihan material dan pembelanjaan furnitur juga merupakan sebuah tahap dimana karakter pemilik tertuang di dalamnya akibat seringnya bepergian keluar negeri atau keluar kota, membuat pemilik juga senang berburu barang-barang dekoratif untuk rumahnya.

 

Selain dengan elemen interior yang tenang, hangat dan modern, apartemen ini juga tampil lebih informal. Tidak mengikuti pakem-pakem yang biasanya ditemukan di dalam desain apartemen. Interior justru memilik keselarasan yang harmonis tampak pada kolaborasi tatanan interior yang modern dan elemen aksesori interior glossy.

 

Tema perabotan interior unit ini salah satunya adalah build-in furniture dibuat secara custom karena adanya kendala di banyaknya struktur yang harus diakali dengan permainan cabinet build-in. Dan juga loose furniture, pemilik dan desainer melakukan pemilihan secara bersama. Tidak mengikuti tren, tetapi kami memilih fitur yang timeless, modern dan yang tentunya menunjang keseluruhan ide dari interiornya.

 

Ragam penggunaan dan permainan material terasa sekali di rumah ini. Unit ini sangat didominasi oleh elemen ebony, metal, kayu dan warna-warna earth tone. Ebony dipilih karena warna kayunya yang hangat, kaya dan mampu mengelevasi semua warna earth tone yang cenderung lebih muda. Untuk memperkaya ebony, elemen chrome metal juga diaplikasikan pada beberapa furnitur agar menampilkan sisi mewah dan modern-nya.

 

NUANSA MODERN.

Kombinasi dari warna, tekstur, dan desain pencahayaan memegang peranan penting untuk memberikan impresi kekinian pada desain. Estetika dalam desain dan upaya dalam mepertemukan kekuatan rancangan diperlukan kepekaan yang matang agar dapat membangun nuansa modern yang hangat dan nyaman. Obsesi memiliki ruang tidur yang nyaman layaknya kamar hotel ini, selain dapat dilihat dari pemilihan furnitur, pemilihan material dan juga pencahayaan ruangan itu tersebut.

 

Titik-titik lampu seketika membangun atmosfer elegan dengan desain modern yang light. Pemilihan material pun dipikirkan dengan baik oleh sang desainer. Untuk material lantai, semisal tampak dominasi penggunaan bahan kayu, sedangkan pada dinding terjadi kombinasi aplikasi antara warna krem, headboard berwarna ungu serta pemilihan material pada furnitur, ebony dipilih karena warna kayunya yang hangat, diaplikasikan pada beberapa furnitur agar menampilkan sisi mewah dan modern-nya.

 

FUN ROOM.

Yang sedikit berbeda dari keseluruhan konsep dan palet warna ini adalah kamar anak. “ Kami menciptakan nuansa kamar anak yang modern dengan tidak menghapus fun yang ada pada ruangan ini. Kami mengaplikasikan warna pink sebagai jembatan antara warna putih dan aksen kayu ke dalam ruangan ini”. Tampilan yang terang membuat ruangan terasa lapang bukan menjadi satu-satunya alasan dipilihnya warna ini, namun sang anak merupakan seorang penggemar warna pink.

 

Aksen permainan warna, pilihan wallpaper dan curtain yang mengandung unsur pink untuk dipadu padankan dengan warna earth tone lainnya agar warna kamar anak tidak terlalu kontras dan jauh dari keseluruhan unit.

 

 

 

Please reload

Featured Posts

Design Hunian Vertikal ala Velospace & Co.

June 16, 2016

1/2
Please reload

Recent Posts

February 19, 2016

Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square