Macam-macam Gaya Desain Interior

Sudah memikirkan beberapa gaya desain interior yang akan menjadi pilihan ruangan Anda? Mungkin Anda mengalami kesulitan dalam memilih gaya desain interior mana yang cocok untuk rumah atau mungkin kantor Anda? Atau bahkan Anda masih belum memiliki gambaran apa saja gaya desain interior yang lazim dalam dunia arsitektur.

Berikut ini kami coba rangkumkan untuk Anda beberapa hal tentang gaya desain interior yang sering ditemukan di bangunan pada umumnya.

 

1. Modern

Modern memang merupakan istilah yang sangat luas untuk menggambarkan sebuah gaya desain interior yang lebih bersih, biasanya tanpa corak tambahan, beberapa unsur kaca, serta komposisi warna yang sedikit.

Furnitur yang menghiasi biasanya cenderung lurus, tidak berkelok atau bermotif tambahan. Serta tidak adanya aksesoris tambahan pada setiap furnitur utama pada ruangan.

 

2. Kontemporer

Modern dan kontemporer kadang bisa saling berhubungan. Namun gaya desain interior kontemporer cenderung berbeda dengan gaya modern. Hal yang paling mengesankan bahwa ruangan berdesain kontemporer adalah gayanya saat itu. Umumnya disebut kontemporer mengacu pada awal abad ke-20. Karakteristik gaya desain interior kontemporer biasanya terletak pada beberapa ukiran yang melengkung, hiasan batu bata, serta beberapa pola kayu seragam.

 

3. Minimalis

Sering mendengar gaya interior minimalis? Minimalis mengambil awal dari gaya desain modern yang dikembangkan menjadi lebih sederhana. Karakteristik desain interior minimalis biasanya hanya menampilkan 1-2 warna, tidak memiliki banyak aksesoris tambahan pada furnitur, memperbanyak ruang sehingga yang ditimbulkan kesan lega pada ruangan.

 

4. Scandanavian

Gaya desain interior scandanavian adalah interior yang biasa menghiasi ruangan-ruangan di negara Nordik, Eropa Utara. Scandanavian cenderung menampilkan kesan sederhana, tanpa menghilangkan unsur fungsionalitas furniturenya, namun berseni.

Karakter lain yang terasa dari gaya desain interior scandanavian adalah pemilihan warnanya yang cenderung putih, hingga abu-abu terang. Tak lepas dari perpaduan warna-warna terang seperti biru laut yang lebih muda, hijau muda, hingga pink muda.

 

5. Tradisional

Gaya desain interior tradisional sangat identik hal-hal yang vintage. Karakteristik gaya desain tradisional adalah berupa ukiran yang menonjol, tekstur yang bervariasi, hingga frame yang tebal.

 

6. Transisional

Berbeda dengan tradisional, transisional memadukan gaya tradisional dan modern. Biasanya karakteristik gaya desain interior transisional adalah pola desain yang mengambil dari unsur tradisional, misalnya motif anyaman, namun disederhanakan sehingga kesan moderennya tetap dapat.

 

7. Bohemian

Karakter gaya desain interior bohemian biasanya lebih kuat pada pemilihan furnitur yang unik. Furnitur yang lazim digunakan adalah yang bentuknya tak biasa dari bentuk furnitur pada umumnya. Misalnya sandaran kursi yang cenderung seperti lingkaran tak beraturan, berbahan rotan, kayu.

 


Yuk tunggu apalagi, Nikmati kemudahan wujudkan hunian impian bersama Velospace & co.

Daftar Sekarang!